Tazkiyatun Nafs (Pensucian Jiwa) Bagian 1

HomeTazkiyatun Nafs Syaikh Ibrahim ar-Ruhaily

Tazkiyatun Nafs (Pensucian Jiwa) Bagian 1

Pada asalnya kitab kecil ini adalah ceramah yang pernah saya sampaikan kepada para penuntut ilmu di al-Jazair melalui telepon, kemudian mereka mentranskripnya dan meminta dengan sangat kepada saya agar disebar luaskan, lalu saya meneliti kembali dan mengeditnya sehingga keluar dalam bentuk seperti ini.

بسم الله الرحمن الرحيم

TAZKIYATUN NAFS (PENSUCIAN JIWA)

Bagian 1

Karya : Syaikh Ibrahim ar-Ruhaili
Penerjemah : Ustadz Beni Sarbeni, Lc

Segala puji hanya milik Allah subhanahu wa ta’ala Rab sekalian alam, shalawat beserta salam semuga tercurah kepada yang diutus sebagai rahmat untuk sekalian alam, Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, juga kepada keluarga dan seluruh sahabatnya:

Wa ba’du:

Pada asalnya kitab kecil ini adalah ceramah yang pernah saya sampaikan kepada para penuntut ilmu di al-Jazair melalui telepon, kemudian mereka mentranskripnya dan meminta dengan sangat kepada saya agar disebar luaskan, lalu saya meneliti kembali dan mengeditnya sehingga keluar dalam bentuk seperti ini.

Kemudian saya beri judul, Tazkiyatun Nafs, makna, tingkatan dan sebab-sebabnya.

Demikianlah, hanya kepada Allah subhanahu wa ta’ala saya berharap, semoga apa yang saya lakukan ini ikhlas karena-Nya, bermanfaat bagi kaum muslimin, dan semoga Allah subhanahu wa ta’ala membalas saudara kita yang telah mentranskripnya dari kaset dengan balasan yang paling besar.

Shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada hamba-Nya, dan rasul-Nya Muhammad.

Ditulis oleh Ibrahim bin Amir ar-Ruhaili [14-2-1431]

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampun kepada-Nya, dan kembali kepada-Nya, kami pun memohon perlindungan kepada-Nya dari keburukan jiwa ini dan dari kejelekan segala amal kami,

Barang siapa diberikan hidayah oleh Allah, maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkan oleh-Nya maka tidak akan ada yang mampu memberikan hidayah kepadanya.

Aku bersaksi bahwa, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, Dialah Allah yang maha esa tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa, Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya,

Ya Allah curahkanlah shalawat beserta salam, dan keberkahan kepada hamba dan Rasul-Mu Muhammad, juga kepada keluarga dan seluruh shahabatnya.

Amma ba’du:

Tidak diragukan bahwa, Tazkiyatun Nafs (pensucian jiwa) adalah materi yang sangat agung, ia termasuk perkara yang mendapatkan perhatian besar dari kaum salaf, bahkan sebagaimana dimaklumi bahwa, al-Qur’an dan as-Sunnah telah memuliakannya.

Darinya kita tahu bahwa, materi ini adalah kajian yang sesuai dengan syariat, kajian yang memiliki dasar hukum dalam al-Qur’an dan as-Sunnah,

Saya memberikan hal ini sebagai catatan penting, karena sebagian manusia berpijak dalam bahasan dan nasihat-nasihatnya yang terkait Tazkiyatun Nafs dari kalimat-kalimat atau istilah-istilah yang tidak sesuai dengan syariat.

Mestinya mereka menyampaikannya, baik dalam nasihat atau yang lainnya dari dalil-dalil agama, juga dari istilah-istilah yang sesuai dengan syariat sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an maupun dalam Sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.