Karakteristik Agama Islam dan Pokok Keimanan

HomeAkidah Ringkas Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah

Karakteristik Agama Islam dan Pokok Keimanan

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM DAN POKOK KEIMANAN Oleh: DR. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qaadhi Allah telah menjadikan Al-Quran mencakup semua yang dibut

Jalan Keselamatan adalah Ittibaa’ dan Meninggalkan Bid’ah #1
Iman Kepada Para Rasul #1
Kaidah Kesembilan: Penghalang Keistiqamahan Adalah Syubhat yang Menyesatkan dan Syahwat yang Membinasakan

KARAKTERISTIK AGAMA ISLAM DAN POKOK KEIMANAN

Oleh: DR. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qaadhi

Allah telah menjadikan Al-Quran mencakup semua yang dibutuhkan oleh hamba-hamba-Nya, baik dalam akidah, ibadah, mu’amalah maupun akhlak. Allah pun menjadikan sunnah sebagai penjelas perkara global, penafsir apa yang samar, pemerinci yang bersifat umum.

Akidah Islam adalah pilar agama ini, fondasinya, rahasia kekuatannya, yang membuat Islam menjadi pemenang di antara semua agama, karena Islam memiliki karakteristik yang tidak dimiliki oleh agama lainnya:

  1. Islam adalah agama tauhid dan ittiba’
  2. Bersumber dari Allah; akidahnya hanya bersandar kepada Al-Quran dan hadits, tidak bersandar kepada akal dan analogi.
  3. Selaras dengan fitrah yang lurus, fitrah yang dimiliki manusia saat ia diciptakan oleh Allah, sebelum disesatkan oleh syaithan.
  4. Universal: Islam menjelaskan semua aspek yang berkaitan dengan alam, kehidupan dan manusia.
  5. Ajaran Islam tidak ada yang kontradiktif, tidak ada yang berlawanan, akan tetapi saling membenarkan.
  6. Ajaran Islam adalah ajaran yang pertengahan, ia adalah neraca keadilan antara berlebihan dan meremehkan.

Karakteristik di atas mebuahkan faedah-faedah berikut:

  1. Terwujudnya ibadah hanya untuk Rabb alam semesta, dan hilangnya penghambaan kepada makhluk.
  2. Terwujudnya ittiba’ kepada rasul yang diutus oleh Rabb seluruh alam, dan terbebas dari bid’ah dan para pelakunya.
  3. Terwujudnya ketenteraman jiwa, ketenangan hati, karena terhubung dengan Sang Pencipta yang mengatur alam semesta, yang Maha Bijaksana.
  4. Terpenuhinya kebutuhan ruh dan jasad, dan keterpaduan antara keyakinan dan tingkah laku.

Para ulama senantiasa semangat mencurahkan segenap kemampuan mereka untuk mengajarkan akidah Islam, ada yang menulis kitab yang tebal dan menjelaskan secara panjang lebar, ada yang menulis secara ringkas, ada pula yang pertengahan; pembahasannya tidak terlalu ringkas dan tidak terlu Panjang.

Dan kitab yang saat ini sedang dibaca oleh para pembaca sekalian, adalah kitab yang pertengahan, pembahasannya jelas dan sederhana, yang runutan pembahasannya berdasarkan rukun iman yang enam, yang disebutkan dalam hadits Jibril ‘alaihissalam. Semua pembahasannya hanya mengacu kepada Al-Quran dan sunnah saja. Ini adalah kitab yang menyebutkan akidah salaf secara global, yang disertai dengan penjelasan orang-orang yang menyimpang dalam akidah itu, serta bantahan terhadap mereka, tanpa panjang lebar.

Kitab ini ditulis oleh DR. Ahmad bin Abdurrahman Al-Qaadhi, dan diberi nama:

العَقِيْدَةُ الْمُيَسَّرَةُ مِنَ الْكِتَابِ الْعَزِيْزِ وَالسُّنَّةِ الْمُطَهَّرَةِ

“Akidah ringkas berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.”

Kami menerjemahkan kitab tersebut, dengan harapan memberikan banyak manfaat bagi para penuntut ilmu, mudah-mudah ini menjadi pemberat kebaikan bagi kita semua di akhirat kelak, hari di mana tidak ada yang dapat memberikan manfaat bagi kita, kecuali amal saleh dan hati yang baik.

Pokok keimanan

Fondasi akidah Islam adalah iman kepada Allah, iman kepada para malaikat-Nya, iman kepada kitab-kitab-Nya, iman kepada para Rasul-Nya, iman kepada hari akhirat dan beriman kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk.

Allah Ta’ala berfirman:

لَّيۡسَ ٱلۡبِرَّ أَن تُوَلُّواْ وُجُوهَكُمۡ قِبَلَ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلۡبِرَّ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلۡكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ‍ۧنَ

“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, Nabi-Nabi.” (QS. Al-Baqarah [2]: 177)

ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ أَحَدٖ مِّن رُّسُلِهِۦۚ

“Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan Rasul-Rasul-Nya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 285)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَٱلۡكِتَٰبِ ٱلَّذِيٓ أَنزَلَ مِن قَبۡلُۚ وَمَن يَكۡفُرۡ بِٱللَّهِ وَمَلَٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ فَقَدۡ ضَلَّ ضَلَٰلَۢا بَعِيدًا  

“Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.” (QS. An-Nisa [4]: 136)

إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS. Al-Qamar [54]: 49)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjawab Jibril ketika ditanya tentang iman:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ، خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

“Iman adalah engkau beriman kepada Allah, iman kepada para malaikat-Nya, iman kepada para Rasul-Nya, iman kepada hari akhirat dan beriman kepada takdir yang baik dan takdir yang buruk.” (HR. Muslim, no. 8 dari Umar radhiyallahu ‘anhu)

Bersambung insyaa Allah

Diterjemahkan oleh Ustadz Hafizh Abdul Rohman, Lc. (Abu Ayman) dari kitab:
Al-‘aqiidah al-muyassarah minal kitaabil ‘aziiz was sunnah al-muthahharah