Keutamaan Menuntut Ilmu (bag.1)

HomeNasehat

Keutamaan Menuntut Ilmu (bag.1)

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه  كما يحب ربنا وي رضى أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد وأن محمدا عبده ورسوله أما بعد Ikhwah sek

Sebab Ditimpa Musibah
Antara Imam Asy-Syafi’i dan Syafi’iyyah
Hanya Ada Surga & Neraka

الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه  كما يحب ربنا وي رضى أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد وأن محمدا عبده ورسوله أما بعد

Ikhwah sekalian, yang semoga dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

SELAMAT DATANG PARA PENUNTUT ILMU

Pada kesempatan ini saya ingin mengingatkan diri sendiri dan kawan-kawan sekalian agar senantiasa bersyukur atas nikmat Allah subhanahu wa ta’ala yang sangat banyak.

Seandainya kita menghitung-hitung nikmat Allah niscaya kita tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَآتَاكُمْ مِنْ كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan (keperluanmu) Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari nikmat Allah.” (QS Ibrahim: 34)

Bahkan Allah subhanahu wa ta’ala suka bila kita meminta kepada-Nya, sebaliknya Allah marah jika ada seorang hamba yang tidak meminta kepada-Nya, sebagaimana yang disabdakan Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ يَغْضَبْ عَلَیْهِ

“Barangsiapa siapa yang tidak meminta kepada Allah niscaya Allah subhanahu wa ta’ala marah kepadanya.” (Hadits riwayat Tirmidzi nomor 3373 dan Ibnu Majah nomor 3727 dari Abu Hurairah. Silahkan lihat dalam Shahih at Tirmidzi , 2686)

Di antara karunia yang sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya, adalah nikmat ilmu.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“Dan Allah-lah yang telah mengajarkan kepadamu apa yang sebelumnya kamu tidak mengetahuinya dan adalah karunia Allah sangatlah besar atasmu.” (QS An-Nissa’: 113)

Kalimat “..karunia Allah sangat besar atasmu..” setelah Allah menyebutkan karunia dalam bentuk ilmu, maka ayat ini (QS An-Nissa’: 113) menunjukkan bahwa di antara sebesar-besar karunia Allah atas hambanya adalah nikmatul ‘ilmi atau nikmat ilmu.

Ikhwah sekalian, tadi sudah saya sampaikan bahwa nikmat Allah sangatlah besar bahkan perlu diketahui bahwa kemampuan kita bersyukur akan nikmat Allah itupun merupakan nikmat Allah yang wajib kita syukuri.

Imam Asy-Syafi’i rahmatullah ‘alaih dalam kitabnya Ar-Risalah mengatakan:

الحمد لله الذي لا يؤدَّى شكر نعمةٍ من نعمه إلا بنعمةٍ منه، توجِب على مؤدي ماضي نعمه بأدائها نعمةً حادثةً يجب عليه شُكره بها

“Segala puji hanya milik Allah, nikmat-Nya tidak bisa disyukuri kecuali dengan nikmat dari-Nya, karenanya orang yang mensyukuri nikmat mendapatkan nikmat lain yang wajib dia syukuri.”

Artinya kemampuan kita mensyukuri nikmat, itu merupakan nikmat yang Allah berikan kepada kita yang kita wajib mensyukurinya.

Selanjutnya saudara-saudara sekalian yang semoga diberkahi oleh Allah rabbul ‘alamin,

Menuntut ilmu agama merupakan sebaik-baik kesibukan yang dilakukan oleh seorang muslim, bahkan menuntut ilmu agama merupakan kewajiban atas setiap muslim sebagaimana yang dinyatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, mempelajari ilmu agama, menyebarkan ilmu agama yakni ilmu yang benar-benar bersumber dari Al-Quran dan As-Sunnah dengan pemahaman para Shahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan pemahaman para tabi’in, para tabi’ut tabi’in itu merupakan bagian daripada jihad di jalan Allah.

Kemudian saudara-saudaraku sekalian di Grup Belajar Islam yang semoga dimuliakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Kegiatan belajar yang akan kita lakukan di Grup Belajar Islam ini, mudah-mudahan termasuk dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, maka dia akan dimudahkan jalan menuju surga.” (Hadits shahih riwayat Imam Muslim nomor 2699)

Kita menuntut ilmu agama bukan untuk menjadi seorang ustadz, bukan untuk dipuji olehorang lain, bukan untuk mendapatkan perkara-perkara dunia tetapi kita menuntut ilmu agama karena kita ingin masuk surga dan menuntut ilmu agama adalah jalan termudah untuk masuk surga sebagaimana tadi disabdakan oleh baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu manfaatkanlah kesempatan yang sangat baik ini, lillah karena Allah subhanahu wa ta’ala dan semoga Allah memudahkan jalan yang kita tempuh ini, jalan dalam rangka mempelajari ilmu agama, mempelajari Al-Quran, mempelajari sunnah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bagaimana kita ber’aqidah, bagaimana kita beragama, bagaimana kita beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan bagaimana kita memperbaiki diri dan hati ini.

In sya Allah, dalam muqaddimah kajian BIS ini, kurang lebih sekitar lima kajian, saya akan menjelaskan dua hal penting:

(1) Keutamaan ilmu agama

(2) Adab-adab dalam menuntut ilmu agama.

In sya Allahu ta’ala.

Demikian untuk sementara sahabat-sahabatku sekalian yang dimuliakan oleh Allah, muqaddimah pada kesempatan pagi hari ini. Semoga bermanfaat.

Akhukum fillah,

Beni Sarbeni Abu Sumayyah
Pondok Pesantren Sabilunnajah Bandung