Iman Kepada Para Rasul #2

RUKUN IMAN KEEMPAT
IMAN KEPADA PARA RASUL #2

F. Hikmah diutusnya para Nabi dan Rasul

Allah mengutus semua Nabi dan Rasul untuk merealisasikan tiga tujuan berikut:

1. Mengajak manusia agar hanya ibadah kepada Allah saja dan meninggalkan peribadatan kepada selain-Nya.

Allah berfirman:

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَۖ فَمِنۡهُم مَّنۡ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنۡهُم مَّنۡ حَقَّتۡ عَلَيۡهِ ٱلضَّلَٰلَةُۚ فَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُكَذِّبِينَ

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu’, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (QS. An Nahl [16]:36)

2. Menjelaskan jalan yang dapat menyampaikan kepada Allah dan kepada ridha-Nya.

بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَٱلزُّبُرِۗ وَأَنزَلۡنَآ إِلَيۡكَ ٱلذِّكۡرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيۡهِمۡ وَلَعَلَّهُمۡ يَتَفَكَّرُونَ

“Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan,” (QS. An Nahl [16]: 44)

هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,” (QS. Al Jumu’ah [62]: 2)

3. Menjelaskan keadaan manusia kelak di hari kiamat

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَآ أَنَا۠ لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

“Katakanlah: ‘Hai manusia, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang nyata kepada kamu’.” (QS. Al Hajj [22]: 49)

فَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.” (QS. Al Hajj [22]: 50)

وَٱلَّذِينَ سَعَوْا۟ فِىٓ ءَايَٰتِنَا مُعَٰجِزِينَ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ

“Dan orang-orang yang berusaha dengan maksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan (kemauan untuk beriman); mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka.” (QS. Al Hajj [22]: 51)

G. Jumlah para Nabi dan Rasul.

Jumlah para nabi dan rasul itu banyak, nabi dan rasul yang Allah sebutkan dalam Al-Quran ada dua macam:

1. Nabi dan Rasul yang Allah jelaskan namanya dan Allah kisahkan, jumlah mereka adalah 25, yaitu:

1. Aadam
2. Nuuh
3. Idriis
4. Huud
5. Shaalih
6. Syu’aib
7. Ibraahiim
8. Ishaaq
9. Ismaa’iil
10. Ya’quub
11. Yuusuf
12. Muusaa
13. Haaruun
14. Daawud
15. Sulaimaan
16. Ayyuub
17. Ilyasa’
18. Yuunus
19. Luuth
20. Ilyaas
21. Zakariyyaa
22. Yahyaa
23. Dzul Kifli
24. ‘Iisaa
25. Muhammad

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada mereka semua.

Allah menyebutkan mereka dalam ayat-ayat berikut:

Thaha ayat 115, Al-An’ am ayat 83-87, Maryam ayat 56, Asy-Su’ara ayat 123-125, Asy-Su’ara ayat 141-143, Asy-Su’ara ayat 176-178, Shad ayat 48, Al-Ahzab ayat 40.

2. Nabi dan Rasul yang tidak kita ketahui namanya dan Allah tidak menyebutkan kisah mereka kepada kita

Jumlah mereka banyak, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Maka kita mengimani mereka secara umum, karena kita membenarkan apa yang Allah kabarkan.

Allah berfirman:

وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلٗا مِّن قَبۡلِكَ مِنۡهُم مَّن قَصَصۡنَا عَلَيۡكَ وَمِنۡهُم مَّن لَّمۡ نَقۡصُصۡ عَلَيۡكَۗ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأۡتِيَ بِ‍َٔايَةٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ فَإِذَا جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ قُضِيَ بِٱلۡحَقِّ وَخَسِرَ هُنَالِكَ ٱلۡمُبۡطِلُونَ

“Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.” (QS. Ghafir [40]: 78)

H. Rasul yang termasuk ulul ‘azmi.

5 rasul yang termasuk ulul ‘azmi adalah: Ibraahiim, Muusaa, ‘Iisaa dan Muhammad -shalawaatullaah wa salaamuhu ‘alaihim ajma’iin-.

Allah berfirman:

شَرَعَ لَكُم مِّنَ ٱلدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِۦ نُوحٗا وَٱلَّذِيٓ أَوۡحَيۡنَآ إِلَيۡكَ وَمَا وَصَّيۡنَا بِهِۦٓ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰٓۖ أَنۡ أَقِيمُواْ ٱلدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُواْ فِيهِۚ كَبُرَ عَلَى ٱلۡمُشۡرِكِينَ مَا تَدۡعُوهُمۡ إِلَيۡهِۚ ٱللَّهُ يَجۡتَبِيٓ إِلَيۡهِ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِيٓ إِلَيۡهِ مَن يُنِيبُ

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. Ash-Shura [42]: 13)

وَلَقَدۡ كُذِّبَتۡ رُسُلٞ مِّن قَبۡلِكَ فَصَبَرُواْ عَلَىٰ مَا كُذِّبُواْ وَأُوذُواْ حَتَّىٰٓ أَتَىٰهُمۡ نَصۡرُنَاۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِۚ وَلَقَدۡ جَآءَكَ مِن نَّبَإِيْ ٱلۡمُرۡسَلِينَ

“Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. Tak ada seorangpun yang dapat merubah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu.” (QS. Al An’am [6]: 34)

I. Nabi dan Rasul yang paling utama

Manusia paling utama adalah orang-orang yang beriman (mukmin), mukmin yang paling utama adalah para Nabi dan Rasul, Nabi dan Rasul paling utama adalah ulul ‘azmi dan ulul ‘azmi paling utama adalah penghulu anak Adam, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beliau adalah orang yang paling mengetahui kebenaran, paling semangat memberikan nasihat, paling fasih dalam menyampaikan dan menjelaskan, paling mengenal Allah, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya.

Dalam diri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terkumpul:

1. Kesempurnaan dalam mengetahui kebenaran

2. Kesempurnaan dalam mengimani kebenaran

3. Kesempurnaan dalam mengharapkan kebenaran

4. Kesempurnaan dalam menjelaskan kebenaran

5. Kesempurnaan dalam mengamalkan kebenaran

6. Kesempurnaan dalam mendakwahkan kebenaran

7. Kesempurnaan dalam bersabar di atas kebenaran, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada beliau.

Allah berfirman:

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al Qalam [68]: 4)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Aku adalah penghulu seluruh manusia pada Hari Kiamat,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

J. Nabi dan Rasul pertama

Rasul yang pertama dari keturunan Aadam adalah Nuuh alaihissalam.

Allah berfirman:

إِنَّا أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إِلَىٰ نُوحٍ وَالنَّبِيِّينَ مِنْ بَعْدِهِ ۚ وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالْأَسْبَاطِ وَعِيسَىٰ وَأَيُّوبَ وَيُونُسَ وَهَارُونَ وَسُلَيْمَانَ ۚ وَآتَيْنَا دَاوُودَ زَبُورًا

“Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan Nabi-Nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma’il, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud.” (QS. An Nisa’ [4] :163)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu dalam hadits tentang syafa’at, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

يَا نُوحُ إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ

“Hai Nuh, engkau adalah rasul pertama untuk penduduk bumi,” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

K. Kekhususan para Nabi dan Rasul

1. Allah mengkhususkan mereka dengan wahyu dan risalah

2. Mereka ma’shum (terbebas dari kesalahan) dalam menyampaikan agama kepada manusia

3. Mereka tidak meninggalkan harta warisan setelah matinya

4. Mata mereka tidur, namun hati merekalah tidak

5. Ketika ajal mereka tiba, maka mereka diberikan pilihan antara dunia atau akhirat

6. Mereka dikubur di tempat mereka meninggal

7. Mereka hidup di alam kuburnya dan melakukan shalat

8. Istri-istri mereka tidak dinikahi lagi setelah mereka

9. Nabi dan Rasul itu adalah laki-laki, tidak ada wanita.

Diringkas oleh Ustadz Hafizh Abdul Rohman, Lc. (Abu Ayman) dari kitab:

Mausuu’atul Fiqhil Islaamiy, Muhammad Bin Ibraahiim Bin Abdillah At-Tuwaijiriy, Jilid kesatu, Cetakan kesatu, tahun 1430 H/2009 M.