Rasulullah Diutus kepada Masyarakat Musyrik yang Beribadah kepada Sembahan yang Beragam, dan Beliau Diperintahkan untuk Memerangi Semuanya Tanpa Membeda-Bedakan

RASULULLAH DIUTUS KEPADA MASYARAKAT MUSYRIK YANG BERIBADAH KEPADA SEMBAHAN YANG BERAGAM, DAN BELIAU DIPERINTAH UNTUK MEMERANGI SEMUANYA TANPA MEMBEDA-BEDAKAN Oleh:

Lanjut Baca

Penjelasan Pembagian Syafa’at

PENJELASAN PEMBAGIAN SYAFA’AT Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan Penjelasan pembagian syafa’at: 1. Syafa’at yang diingkari oleh Allah,

Lanjut Baca

Orang-Orang Musyrik Jahiliyyah Hanya Bertawassul dan Minta Syafaat kepada Sembahan Mereka

ORANG-ORANG MUSRYIK JAHILIYYAH HANYA BERTAWASSUL DAN MINTA SYAFAAT KEPADA SEMBAHAN MEREKA Oleh: Syaikh DR. Shalih bin Fauzan Al Fauzan 2.

Lanjut Baca

Orang-Orang Kafir yang Diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam Telah Meyakini bahwa Allah adalah Pencipta dan Pengatur Segala Urusan Makhluk

ORANG-ORANG KAFIR YANG DIPERANGI OLEH RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM TELAH MEYAKINI BAHWA ALLAH ADALAH PENCIPTA DAN PENGATUR SEGALA URUSAN MAKHLUK

Lanjut Baca

Manhaj Golongan yang Selamat – (Bagian Kedua)

Adapun manusia lain selain beliau, walaupun tinggi derajatnya; terkadang terjerumus pada kesalahan. Karena Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-  bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Semua anak Adam (umat manusia) pasti melakukan kesalahan. Akan tetapi, sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang  taubat (dari kesalahannya. -pent.).” (HR. Ahmad, hadits hasan).

Imam Malik –rahimahullah- berkata: “Tidak ada seorang pun melainkan perkataannya ada yang diambil dan ada yang ditinggalkan, kecuali Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam-.”

Lanjut Baca