Penutup 10 Kaidah Untuk Meraih Istiqamah

PENUTUP 10 KAIDAH UNTUK MERAIH ISTIQAMAH

Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr

Saya tutup tulisan ini dengan sebuah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala yang begitu indah dan penuh makna.

Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala berkata:

“Aku telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala berkata:”

أَعْظَمُ الْكَرَامَةِ لُزُوْمُ الْإِسْتِقَامَةِ

“Karomah (Kemuliaan) yang paling agung adalah senantiasa bisa istiqamah.”

Syaikhul Islam rahimahullahu ta’ala juga berkata dalam kitabnya Alfurqon Baina Auliaa-ur Rahmaan Wa Auliaa-usy Syaithaan2 (Perbedaan Antara Wali Allah Arrahman Dan Wali Syaithan):

وَإِنَّمَا غَايَةُ الْكَرَامَةِ لُزُوْمُ الْإِسْتِقَامَةِ

“Sesungguhnya puncak dari karomah (kemuliaan) adalah senantiasa bisa istiqamah.”1

Oleh karena itu Imam Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala menukilkan perkataan dari sebagian Ahli Ilmu:

“Jadilah orang yang istiqamah jangan jadi pencari karomah (kemuliaan). Karena sesungguhnya jiwamu bergerak-gerak (tidak menentu) disaat mencari karomah sedangkan Rabb-mu hanya meminta kepadamu untuk istiqamah.”3

Artinya adalah, wajib bagi setiap hamba untuk senantiasa dan terus berusaha memaksakan dirinya untuk senantiasa berada di atas jalan Allah yang lurus, serta senantiasa taat kepada Allah tabaraka wa ta’ala , dan menggiring jiwanya untuk melakukan kedua hal ini agar mendapatkan keberhasilan yang besar dan keuntungan yang tiada tara.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ (30) نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ (31) نُزُلًا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ (32)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu’. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Fushilat [41]: 30-32)

Dan Allah juga berfirman dalam ayat yang lainnya:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (13) أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (14)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf [46]: 13-14)

Saya memohon kepada Allah Rabb-nya Arsy yang agung, dengan menyebut namanama-Nya yang Indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi, agar menetapkan bagi kita semua kemantapan dan hidayah di atas jalan-Nya yang lurus, menjauhkan kita dari jalan kaum yang dimurkai (oleh Allah) dan jalan orang-orang yang tersesat,

saya memohon kepada Allah untuk memperbaiki seluruh urusan kita, memperbaiki agama bagi kita yang dapat menjadi pencegah bagi segala urusan kita dan memperbaiki urusan dunia kita yang merupakan tempat mencari penghidupan bagi kita serta memperbaiki akhirat kita yang merupakan tempat kembali kita semua,

saya memohon kepada Allah agar menjadikan kehidupan kita ini sebagai penambah kebaikan bagi kita dan kematian sebagai tempat kita beristirahat dengan tenang dari segala keburukan.

Inilah akhir dari doa kami, segala pujian dan sanjungan hanyalah milik Allah semata.

Semoga shalawat, salam, keberkahan dan kenikmatan senantiasa terlimpahkan kepada hamba Allah dan utusan-Nya, Muhammad, beserta keluarga dan seluruh sahabat beliau.

Selesai Alhamdu lillaah……………

Diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ainun Wahidin, Lc. dari kitab:
‘Asyru Qawaa’id Fil Istiqaamah, Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr


[1] Madarijus Salikin (2/105)

[2] halaman 349

[3] Madarijus Salikin (2/105)