Sikap Terbaik Seorang Muslim kepada Penguasa Menurut Al-Qur’an dan Sunnah

Penulis: Ustadz Beni Sarbeni, Lc., M.Pd hafizhahullah

Para pembaca yang semoga dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebelumnya saya ingin memberikan faedah tentang perkataan seorang Tabi’in, yaitu Fudhail bin Iyadh rahimahullah, yang dinukil perkataannya oleh Abu Nuaim al- Asfahani rahimahullah dalam kitabnya Hilyatul Aulia, Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: 

لَوْ أَنَّ لِي دَعْوَةَ مُسْتَجَابَة مَا صَيَّرْتُهَا إِلَّا فِي الْإِمَامِ

“Jika aku punya doa yang  mustajab, maka tidak akan kupanjatkan kepada Allah kecuali untuk kebai-kan seorang pemimpin”.

Apa alasannya? Beliau pun mengatakan:

فَصَلَاحُ الْإِمَامِ صَلَاحُ الْعِبَادِ وَالْبِلَادِ 

“Baiknya seorang pemimpin menjadi kebaikan seluruh rakyat dan negeri”.

Jadi, kebaikan seorang pemimpin berdampak kepada kebaikan seluruh rakyatnya, demikian pula kebaikan untuk negeri. 

Dengan dilantiknya presiden kita Bapak Prabowo beserta wakilnya Mas Gibran, yang paling utama kita lakukan sekarang adalah berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semoga mereka berdua, beserta para menterinya bisa melaksanakan amal yang begitu berat ini.  Berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, suka atau tidak suka kepada mereka, karena pasti akan didapati orang yang tidak suka kepada mereka. Demikian pula pasti didapati pada diri mereka beragam kekurangan. Tapi yang bisa kita lakukan sekarang adalah berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Allah Subhanahu wa Ta’ala yang membolak balikan hati, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memberikan kekuatan dan kemampuan kepada seseorang. Kita minta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, semoga para pemimpin ini diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala keshalihan, diberikan oleh Allah kemampuan untuk mengemban amanah. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa untuk melakukan apapun, oleh karena itu cara terbaik bagi kita adalah: 

  1. Memohon atau berdo’a kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
  2. Bagi mereka yang memiliki kemampuan (terutama para Ulama), tentunya kewajiban mereka adalah menasihati para pemimpin dengan cara yang ma’ruf (dengan cara yang baik) bukan dengan mengumbar aib pemimpin apalagi di media sosial media sosial, tapi dengan mendatanginya empat mata. 

Sebagaimana yang dinasihatkan oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya yang shahih 

Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Dikutip dari:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *