Penulis: Ustadz Beni Sarbeni, Lc., M.Pd hafizhahullah
Alhamdulillah, Allah masih mencurahkan nikmat-Nya kepada kita. Nikmat Allah sangatlah banyak. Tidak ada seorang pun yang dapat menghitung-hitung nikmat yang diberikan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَ إِنْ تَعُدُّوْا نِعْمَةَ اللّٰهِ لَا تُحْصُوْهَا ۗ ١٨
“Seandainya kalian semua menghitung-hitung nikmat Allah, maka kalian tidak akan pernah mampu untuk menghitungnya.” (QS. An-Nahl [16]: 18)
Terlebih lagi, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat sunah, nikmat kesempatan kepada kita untuk terus belajar, nikmat mengamalkan Tauhid, nikmat mengamalkan sunah, nikmat senantiasa bersama orang-orang saleh, nikmat keluarga yang baik, nikmat thalabul ilmi, dan masih banyak nikmat-nikmat yang Allah subhanahu wa ta’ala berikan kepada kita selain yang disebutkan di atas.
Namun, masalahnya adalah kita yang kurang bersyukur terhadap nikmat tersebut, sehingga hidup ini terasa sempit. Sejatinya, bukan karena nikmatnya yang kurang, tetapi karena rasa syukurnya yang kurang, sehingga menjadi terasa sempit.
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ
“Seandainya kalian bersyukur, akan ku tambah nikmat tersebut, dan seandainya kalian kufur, (tidak mensyukuri nikmat Allah), maka sesungguh-nya azabKu adalah sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Termasuk azab Allah subhanahu wa ta’ala yang disegerakan bagi orang-orang yang tidak bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya adalah diberikan rasa sempit dalam hidupnya. Maka, kita dapati banyak orang nampak begitu besar kenikmatan yang diberikan kepadanya, akan tetapi ia senantiasa mengeluh, sehingga hidupnya terasa sempit. Sejatinya, bukan karena kurangnya harta, tetapi karena kurangnya syukur ia terhadap nikmat yang Allah berikan.
Sebaliknya, kita dapati begitu banyak orang yang kehidupannya biasa-biasa saja (sederhana) tapi kita melihatnya sebagai orang yang bahagia, karena ia senantiasa bersyukur atas limpahan nikmat yang Allah berikan kepadanya.
Dikutip dari:


