Inilah Tiga Kunci Kebahagiaan Sejati yang Sering Kita Abaikan

Penulis: Ustadz Beni Sarbeni, Lc., M.Pd hafizhahullah

Para pembaca sekalian, apakah Anda ingin bahagia? Jika Anda ingin bahagia maka dengarlah nasihat berikut ini. 

Al Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah, sebagaimana dikutip oleh Al Imam Ibnul Qayyim al-Jauzi rahimahullah dalam kitabnya Madarijus Salikin, bahwa beliau yakni Imam Hasan al-Bashri  rahimahullah berkata:

تَفَقَّدُوْا الْحَلَاوَةَ فِي ثَلَاثَةِ الأَشْيَاءِ، فَإِنْ وَجَدْتُمْ، وَإِلَّا فَاعْلَمُوْا أَنَّ الْبَابَ مُغْلَقً

“Carilah manisnya iman dalam tiga perkara, jika kalian mendapatkannya itu kebaikan untuk kalian, jika kalian tidak mendapatkannya (tidak mendapatkan manisnya iman dalam tiga perkara tersebut) ketahuilah, bahwa pintu kebahagi-aan tertutup bagi kalian”.[1]

Apa saja tiga perkara tersebut? 

  • Shalat 

Carilah kebahagiaan dalam shalat, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Bilal radhiyallahu’anhu:

يَا بِلَالُ, أَقِمِ الصَّلَاةَ ! أَرِحْنـــَا بِهَا

“Wahai, Bilal. Kumandangkan iqamah shalat. Buatlah kami tenang dengannya“.[2]

Karena ketika seseorang shalat berarti dia sedang bermunajat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala yang mengatur alam semesta, yang bisa menjawab semua kebutuhan kita, yang akan menyelesaikan segala masalah pada dirinya.

Karena shalat diawali dengan Takbiratul Ihram, yaitu bacaan “Allahu Akbar”, yang artinya Allah Maha Besar. Tidak ada urusan yang lebih penting melebihi urusan kita dengan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Maka yang pertama, carilah kebahagiaan dalam shalat, jika anda tidak mendapatkannya maka hati-hati, jangan-jangan pintu kebahagiaan telah tertutup. 

  • Dzikir

Dzikir mengingat Allah Subhanahu wa ta’ala dengan lisan, dengan hati, dengan banyak membaca: 

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung”.[3]

Ini merupakan dua kalimat yang mudah diucapkan, akan tetapi berat dalam timbangan dan sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan disukai Ar-Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung)”.

Kemudian jangan lupa dzikir pagi dan dzikir petang, juga dzikir ba’da shalat. 

  • Membaca Al-Qur’an 

Kata Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kita membaca Al-Qur’an minimal dalam sebulan itu bisa selesai 30 juz.

Jadi carilah tiga kebahagiaan ini, jika kita mendapatkannya itulah kebaikan, dan jika seseorang tidak mendapatkannya, maka ketahuilah pintu kebahagiaan itu sudah tertutup. 

Kesimpulannya, carilah kebahagiaan pada tiga perkara ini:

  1. Shalat
  2. Dzikir 
  3. Membaca Al-Qur’an 

Demikianlah pesan yang disampaikan oleh Al Imam al-Hasan al-Bashri rahimahullah, semoga bermanfaat. 

Referensi:

[1] Kitab Madarijus Salikin karya Imam Ibnul Qayyim al-Jauzi (2/396)
[2] Hadits hasan, Shahihu al-Jami’: 7892
[3] HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694

Dikutip dari:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *