KEMULIAAN BERBANDING LURUS DENGAN KETAKWAAN

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡ

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu.” (QS. Al-Hujurat: 13)
▬▬▬

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:

“Tidak ada dalam al-Qur’an satu ayat pun yang memuji seseorang karena nasabnya, tidak pula mencela seseorang karena nasabnya, Allah hanya memuji seseorang karena Iman dan Takwanya, dan mencela seseorang karena kekufuran, kefasikan dan kemaksiatannya”. (Daqaiqut Tafsir, 2/ 23)

Sayangnya di zaman kita sekarang ini, banyaknya yang mengukur kemuliaan manusia hanya dengan nasabnya, mengukur kemuliaan manusia dengan perkara dunia, dan perkara-perkara lain yang tidak sesuai dengan kaidah al-Qur’an di atas, yakni “Kemuliaan itu berbanding lurus dengan ketakwaan”.

Faidah dari Al-Ustadz,
🔳 BENI SARBENI, Lc, M.Pd.
Hafidzhahullah