Penutup 10 Kaidah Untuk Meraih Istiqamah

PENUTUP 10 KAIDAH UNTUK MERAIH ISTIQAMAH Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Saya tutup tulisan ini dengan sebuah perkataan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala yang begitu indah dan penuh makna. Ibnul Qoyyim rahimahullahu ta’ala berkata: “Aku telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu ta’ala berkata:” أَعْظَمُ الْكَرَامَةِ لُزُوْمُ الْإِسْتِقَامَةِ “Karomah (Kemuliaan) yang paling… Lanjutkan membaca Penutup 10 Kaidah Untuk Meraih Istiqamah

Kaidah Kesepuluh: Menyerupai Orang Kafir Merupakan Sebab Terbesar Berpaling Dari Istiqamah

KAIDAH KESEPULUH: MENYERUPAI ORANG KAFIR MERUPAKAN SEBAB TERBESAR BERPALING DARI ISTIQAMAH Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Menyerupai orang kafir dampak negatifnya itu kembali kepada dua hal: 1. Rusaknya ilmu 2. Rusaknya amal Perhatikanlah makna yang terkandung dalam ayat dibawah ini! Allah subhanahu wata’ala berfirman: اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ (6) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ… Lanjutkan membaca Kaidah Kesepuluh: Menyerupai Orang Kafir Merupakan Sebab Terbesar Berpaling Dari Istiqamah

Kaidah Kesembilan: Penghalang Keistiqamahan Adalah Syubhat yang Menyesatkan dan Syahwat yang Membinasakan

KAIDAH KESEMBILAN: PENGHALANG KEISTIQAMAHAN ADALAH SYUBHAT  YANG MENYESATKAN DAN SYAHWAT YANG MEMBINASAKAN Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Syubhat dan syahwat itu adalah pemutus dan penghalang yang dapat memalingkan seseorang dari istiqamah. Orang yang berjalan diatas jalan yang lurus, pasti dia akan bertemu dengan syubhat dan syahwat yang berulang-ulang yang dapat memalingkan dirinya dari… Lanjutkan membaca Kaidah Kesembilan: Penghalang Keistiqamahan Adalah Syubhat yang Menyesatkan dan Syahwat yang Membinasakan

Kaidah Ketujuh: Wajib Bagi Seorang Hamba Sebesar Apapun Istiqamahnya Agar Tidak Bersandar Kepada Amalannya

KAIDAH KETUJUH: WAJIB BAGI SEORANG HAMBA SEBESAR APAPUN ISTIQAMAHNYA AGAR TIDAK BERSANDAR KEPADA AMALANNYA Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Wajib bagi seorang hamba agar ia tidak bersandar kepada amalannya meski sebaik dan selurus apapun istiqamahnya. Ia tidak boleh tertipu dengan ibadahnya, tertipu dengan banyaknya berdzikir kepada Allah atau amalan-amalan ketaatan lainnya. Berkenaan dengan… Lanjutkan membaca Kaidah Ketujuh: Wajib Bagi Seorang Hamba Sebesar Apapun Istiqamahnya Agar Tidak Bersandar Kepada Amalannya

Kaidah keenam: Istiqamah Tidak Akan Terwujud Kecuali Lillah (Karena Allah), Dan Billah (Dengan Pertolongan Allah), Serta ‘Ala ‘Amrillah (Di Atas Perintah Allah)

KAIDAH KEENAM: ISTIQAMAH TIDAK AKAN TERWUJUD KECUALI LILLAH (KARENA ALLAH), DAN BILLAH (DENGAN PERTOLONGAN ALLAH), SERTA ‘ALA ‘AMRILLAH (DI ATAS PERINTAH ALLAH) Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr 1. Lillah, yaitu ikhlash. Maknanya yaitu seorang hamba harus istiqamah dan harus senantiasa berusaha agar berada di atas jalan yang lurus, betul-betul mengikhlashkan di dalam hatinya… Lanjutkan membaca Kaidah keenam: Istiqamah Tidak Akan Terwujud Kecuali Lillah (Karena Allah), Dan Billah (Dengan Pertolongan Allah), Serta ‘Ala ‘Amrillah (Di Atas Perintah Allah)

Kaidah Kelima: Istiqamah Berhubungan Erat Dengan Ucapan, Perbuatan Dan Niat

KAIDAH KELIMA: ISTIQAMAH BERHUBUNGAN ERAT DENGAN UCAPAN, PERBUATAN DAN NIAT Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Keistiqamahan yang dituntut dari seorang hamba adalah keistiqamahan dalam ucapan, perbuatan dan niat. Artinya bahwa segala ucapan hamba, tubuh dan hatinya semuanya harus berjalan diatas keistiqamahan. Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Madarijus salikin: وَالْإِسْتِقَامَةُ تَتَعَلَّقُ بِالْأَقْوَالِ… Lanjutkan membaca Kaidah Kelima: Istiqamah Berhubungan Erat Dengan Ucapan, Perbuatan Dan Niat

Kaidah Keempat: Istiqamah Yang Dituntut Dari Seorang Hamba Adalah As-Sadad (Bersikap Lurus) Jika Ia Tidak Mampu Maka Ia Muqorobah (Berusaha Mendekatinya)

KAIDAH KEEMPAT: ISTIQAMAH YANG DITUNTUT DARI SEORANG HAMBA ADALAH AS-SADAD (BERSIKAP LURUS) JIKA IA TIDAK MAMPU MAKA IA MUQOROBAH (BERUSAHA MENDEKATINYA) Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggabungkan dua perkara ini dalam sabdanya: إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّينَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ فَسَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا “Sesungguhnya agama itu mudah, dan… Lanjutkan membaca Kaidah Keempat: Istiqamah Yang Dituntut Dari Seorang Hamba Adalah As-Sadad (Bersikap Lurus) Jika Ia Tidak Mampu Maka Ia Muqorobah (Berusaha Mendekatinya)

Kaidah Ketiga: Pokok Istiqamah Adalah Istiqamahnya Hati

KAIDAH KETIGA: POKOK ISTIQAMAH ADALAH ISTIQAMAHNYA HATI Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan1 dari hadits Anas bin Malik semoga Allah meridhoinya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: لاَ يَسْتَقِيْمُ إِيْمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيْمَ قَلْبُهُ “Tidak akan pernah istiqamah keimanan seorang hamba sampai hatinya ikut istiqamah.” Oleh karena itu… Lanjutkan membaca Kaidah Ketiga: Pokok Istiqamah Adalah Istiqamahnya Hati

Kaidah Kedua: Berpegang Teguh Di Atas Manhaj dan Jalan yang Lurus

KAIDAH KEDUA: BERPEGANG TEGUH DI ATAS MANHAJ DAN JALAN YANG LURUS Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Untuk mengetahui makna hakikat istiqamah maka kita cukupkan dari nukilan-nukilan yang penuh barokah, yaitu dari perkataan para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik yaitu kalangan tabi’in ketika mereka menjelaskan makna dan hakikat istiqamah. Manusia terjujur… Lanjutkan membaca Kaidah Kedua: Berpegang Teguh Di Atas Manhaj dan Jalan yang Lurus

Kaidah Pertama: Istiqamah Adalah Anugerah dan Karunia dari Allah

KAIDAH PERTAMA: ISTIQAMAH ADALAH ANUGERAH DAN KARUNIA DARI ALLAH Oleh: Syaikh ‘Abdurrazzaaq bin ‘Abdul Muhsin Al-Badr Banyak ayat dalam Alquran, Allah subhanahu wa ta’ala menyandarkan hidayah shirathal mustaqim (jalan yang lurus) kepada diriNya, dan segala urusan mutlak berada ditanganNya, Allah memberikan hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah juga menyesatkan siapa saja yang… Lanjutkan membaca Kaidah Pertama: Istiqamah Adalah Anugerah dan Karunia dari Allah